| | Rabu, 25 September 2002
Senarai Gerard Mosterd Menari di Jakarta
Koreografer terkenal Belanda, Gerard Mosterd, akan tampil pada puncak acara Gedung Kesenian Jakarta International Festival, pada 28-29 September pukul 20.00 WIB. Gerard akan menampilkan masterpisnya yang bertajuk Luminescent Twilight. Ide gerak tarian yang dibawakan sepasang penari pria-wanita ini merupakan wujud pertanyaan dalam pergolakan batin dan pengalaman Gerard sebagai anak Indo.
"Saya lahir dari bapak Belanda dan ibu Indonesia dengan nilai-nilai kontradiktif," kata Gerard di Jakarta, pekan lalu. Gerak Luminescent Twilight menampilkan nilai-nilai fisafat dalam kontradiksi antara Timur dan Barat yang melekat pada kehidupan koreografer lulusan Royal Conservatory, Den Haag.
Misalnya soal filsafat waktu. "Di Indonesia orang seringkali jam karet, sementara di Barat semua sangat ketat waktu," ungkap pria yang lahir di Amersfoort, Belanda ini. Dalam salah satu bagian karya tari berdurasi satu jam ini, Gerard menampilkan latar musik bunyi suara detak jarum jam. Dia menawarkan latar musik yang cenderung sederhana. Semua digali dari intrumen gamelan Jawa yang diolah komputer.
Di paruh terakhir tariannya, Gerard menyisipkan latar musik keroncong Moresko 1940-an. Rekaman itu didapatnya di tanah kelahirannya. Gerard banyak mengekplorasi berbagai elemen gerak tari Asia Tenggara yang dikombinasikan dengan tarian Barat. Modal itu didapat dari pergaulannya dengan koreografer Sardono W. Kusumo di Solo dan Martinus Miroto di Yogyakarta. Seorang kritikus seni di Belanda, Mieke de Bont, pernah berkomentar tentang karya Gerard tersebut. "Jarang sekali ada sebuah pertanyaan dapat divisualisasikan dengan sangat jelas pada angan dan gerakan," kata sang kritikus. telni
Pendatang Baru Bernama FBI
Blantika musik Indonesia makin terasa sesak saja. Sejumlah pendatang baru terus berdatangan. Ada yang sekedar mampir, ada juga yang mencoba bertahan dan bersaing dengan penghuni lama. Seperti apakah nasib yang akan dialami FBI, salah satu grup vokal baru yang meluncurkan album terbaru Cinta & Rasa, pekan lalu?
Grup yang diawaki oleh Indra Bekti, Roy Jordi, dan Arya Wedha ini tak punya modal vokal yang istimewa. Indra adalah seorang penyiar radio MTV On Sky Jakarta dan mantan presenter acara anak di RCTI. Sementara, Roy Jordi adalah pemain sinetron laga. Hanya Arya Wedha, pemuda asal Bali, yang sempat ikut sejumlah festival menyanyi tingkat daerah.
FBI dulu sempat muncul membawakan lagu Jamrud Khatulistiwa karya Guruh Soekarnoputra. Lagu itu masuk dalam album kompilasi Bakti dan Persembahan pada Bung Karno yang beredar tahun lalu bertepatan dengan peringatan 100 Tahun Bung Karno.
Di album terbarunya, FBI menawarkan musik pop dengan sejumlah nomor ciptaan musisi kondang seperti Pongky dan Yudis Dwikorana. Pongky, yang juga vokalis band Jikustik, menyumbangkan satu nomor bertajuk Pungguk Rindukan Bulan yang jadi nomor andalan di album ini. Sementara, Jamrud Katulistiwa hadir kembali dengan aransemen baru. Kesuksesan tentu ingin diraih FBI. "Kami berharap album ini bisa disukai pencinta musik Indonesia," kata Indra yang seringkali jadi juru bicara grup ini. telni
| |
|